TEKNOLOGI INFORMASI DALAM
MANAJEMEN PEMASARAN
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
NAMA NIM
1.
YULIA ZHARA 1630200040
2.
RINI KHOLILAH HASIBUAN 1630200047
DOSEN PENGAMPU
YULI EVIYANTI, SE., M.M
JURUSAN BIMBINGAN KONSELIN
ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
PADANGSIDIMPUAN
T.A 2017/2018
KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur Kami Panjatkan ke Hadirat Allah SWT karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya
sehingga kami dapat menyusun makalah ini. Makalah ini membahas tentang ‘Teknologi
informasi dalam manajemen Pemasaran’’
Dalam penyusunan makalah ini, kami banyak mendapat tantangan
dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa
teratasi. Olehnya itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran
dari pembaca sangat kami harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
kepada kita sekalian.
Padangsidimpuan, September 2017
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................ i
DAFTAR ISI............................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN.......................................................................... 1
A. Latar Belakang................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN............................................................................ 2
A. Pengertian Pemasaran...................................................................... 2
B. Persaingan dalam Dunia Bisnis........................................................ 3
C. Peluang dan Tantangan Bisnis......................................................... 8
BAB III PENUTUP.................................................................................... 13
A. Kesimpulan...................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Perusahaan
dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa
maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain
itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang
yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari
keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen.
Dalam mencapai
strategi pemasaran yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah satunya
perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting
karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam
melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap
apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan
kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang
ditawarkan akan sia-sia.
Pemasaran
merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada
saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan
untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan strategi
pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau
tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang
dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal
ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Pemasaran
Pemasaran merupakan salah satu
kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh para pengusaha untuk mempertahankan
kelangsungan hidupnya, berkambang dan untuk mendapatkan laba. Berhasil tidaknya
dalam pencapaian tujuan bisnis, tergantung pada keahlian mereka dibidang
pemasaran, produksi, keuangan maupun bidang lain. Selain itu tergantung pada
kemampuan mereka mengkombinasikan fungsi-fungsi tersebut agar perusahaan
berjalan lancar. Untuk berhasil pemasaran harus memaksimalkan penjualan yang
menghasilkan laba dalam jangka panjang. Jadi pelanggan harus benar-benar merasa
kebutuhannya dipenuhi agar supaya perusahaan memperoleh kesinambungan usaha
yang sangat penting nagi perusahaan. Pemasaran adalah suatu proses sosila dan
menajerial yang dengan individuindividu dan kelompok-kelompok memperoleh apa
yang mereka butuhkan dan mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertemukan
produk-produk dan nilai sama lain. [1]
Pemasaran adalah proses sosial dimana proses
itu individual dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan
dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa
yang bernilai dengan pihak lain. Suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk
merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan
jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli yang
potensial.
Pengertiannya adalah mula-mula manusia harus
menemukan kebutuhan terlebih dahulu kemudian berusaha untuk memenuhinya dengan
cara mengandalkan hubungan. Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari
kegiatan-kegiatan bisnis yang ditunjukkan untuk merencanakan, menentukan harga,
mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan
baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Dari pengertian tersebut dapat diberikan suatu
gambaran bahwa pemasaran ini merupakan suatu sistem keseluruham kegiatan
terpadu. Kegiatan sudah dimulai sebelum produk ada, yaitu sejak ide tentang
suatu produk muncul dan masih berlangsung setelah produk terjual. Jadi tujuan
pemasaran adalah mencapai penjualan yang menguntungkan dalam jangka panjang,
dengan cara memuaskan kebutuhan dan keinginan pembeli sedemikian rupa sehingga
akan menjadi langanan.
B.
Persaingan
dalam Dunia Bisnis
a.
Pengertian
Persaingan
Persaingan berasal dari kata “saing” yang berati berlomba atau
(mengatasi, dahulu mendahului), dengan kata lain yakni usaha untuk
memperhatikan keunggulan masing-masing yang dilakukan perseorangan atau badan
hukum dalam bidang perdagangan, produksi, pertahanan dan sebagainya.
Pesaing adalah perusahaan yang menghasilkan atau menjual barang dan
jasa yang sama atau mirip dengan produk yang ditawarkan. Analisis persaingan
merupakan suatu perbuatan menganalisa atau mengidentifikasi apa-apa saja yang
dilakukan oleh pihak pesaing atau perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa
yang mirip dengan produk kita.
Beberapa hal yang perlu diketahui
dari pesaing:[2]
1.
Kelengkapan
mutu, desain dan bentuk produk
2.
Harga
yang ditawarkan
3.
Saluran
distribusi atau lokasi cabang yang dimiliki
4.
Promosi
yang dijalankan
5.
Rencana
kegiatan pesaing ke depan
Persaingan merupakan suatu bentuk usaha yang
dilaksanakan supaya mendapatkan kemenangan atau mendapatkan posisi yang lebih
baik tanpa harus terjadi benturan fisik atau konflik. Persaingan (kompetisi)
dalam suatu komunitas dapat dikelompokkan menjadi dua jika dilihat dari asalnya
yakni persaingan yang berasal dari dalam populasi jenis itu sediri yang disebut
intraspesifik dan persaingan yang berasal dari luar populasi tersebut yang
disebut ekstraspesifik.[3]
Proses persaingan merupakan bagian dari ko-evolusi spesies, karena strategi
spesies dalam persaingan merupakan arah seleksi spesies yang menentukan
keberhasilan spesies tersebut dalam mempertahankan suatu tingkat kerapatan
populasi tertentu dalam lingkungan hidupnya.
Sehingga pengertian mengenai persaingan seperti
yang diungkapkan oleh Kotler dan Porter menyatakan bahwa persaingan dalam
konteks pemasaran adalah keadaan dimana perusahaan pada pasar produk atau jasa
tertentu akan memperlihatkan keunggulannya masing-masing, dengan atau tanpa
terikat peraturan tertentu dalam rangka meraih pelanggannya.
Dalam dunia persaingan usaha dikenal dengan
dinamika persaingan yang berarti perubahan-perubahan yang terjadi terhadap
persaingan yang terjadi pada perusahaan dalam memperebutkan pelanggan pada
periode-periode tertentu. Untuk itu setiap perusahaan perlu memperhatikan
dinamika yang terjadi agar mereka bisa mengikuti persaingan supaya tidak
mengalami kekalahan dalam kompetisi di pasar.
Terminologi persaingan adalah suatu konsep yang
kerap digunakan dalam ilmu ekonomi untuk mengerti bagaimana pembentukan harga
pasar dan keputusan penetapan harga oleh suatu perusahaan atau penjual.
Pengertian persaingan mengalami perubahan sejalan dengan aplikasi ilmu ekonomi
oleh kalangan perusahaan atau penjual. Pengertian pertama dari persaingan,
seperti yang dijelaskan pada teori klasik, yaitu struktur pasar (market structure) khususnya pasar
persaingan sempurna untuk produk identik (homogin)
yang melibatkan banyak penjual dan banyak pembeli. Shepherd (1997) menyebutkan
aplikasi struktur pasar persaingan sempurna adalah struktur pasar persaingan (competitive market structure) yang
memiliki kinerja pasar yaitu biaya murah (lower
costs) dan harga rendah (lower prices).
b. Macam-Macam Persaingan
1. Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna
diartikan sebagai pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak,
sehingga tidak ada satu pun penjual atau pembeli yang bisa mempengaruhi harga.
Dalam pasar persaingan sempurna jumlah perusahaan sangat banyak dan kemampuan
setiap perusahaan dianggap sedemikian kecilnya, sehinga tidak mampu
mempengaruhi pasar. Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna
·
Terdapat banyak sekali penjual (perusahaan)
dan pembeli.
·
Produk-produk homogen (persis sama).
·
Bebas keluar masuk pasr.
·
Penjual dan pembeli mengetahui kondisi pasr
secara sempurna.
·
Faktor-faktor produksi bergerak bebas.
·
Tidak ada campur tangan pemerintah
2. Persaingan Pasar Tidak Sempurna
Persaingan pasar tidak sempurna adalah suatu pasar di mana
seorang penjual mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi harga pasar, karena
jumlah barang yang ditawarkan cukup besar. Memungkinkan penjualan tersebut
dapat mempengaruhi harga pasar. Ciri- cirri persaingan pasar tidak sempurna :
·
Terdapat sedikit penjual banyak pembeli atau
sebaliknya
·
Masing-masing penjual dapat bersatu untuk
menguasai pasar
·
Pembeli tidak bebas untuk menentukan
pilihannya, karena sedikitnya penjual yang ada di pasar
·
Barang yang diperdagangkan homogen.
Berikut adalah jenis-jenis persaingan pasar tidak
sempurna :
1) Pasar Monopoli adalah suatu keadaan pasar di mana hanya ada satu kekuatan
atau satu penjual yang dapat menguasai seluruh penawaran, sehingga tidak ada
pihak lain yang menyainginya atau terdapat pure monopoly (monopoli murni).
Contoh pasar monopoli antara lain perusahaan negara, dan perusahaan minyak bumi
serta gas alam.
2) Pasar Oligopoli adalah suatu keadaan pasar di mana terdapat beberapa
produsen atau penjual menguasai penawaran, baik secara independen
(sendiri-sendiri) maupun secara diam-diam bekerja sama. Contoh pasar oligopoli
antara lain pasar bagi perusahaan industri motor, industri baja, industri
rokok, dan industry sabun mandi.
3)
Pasar Persaingan Monopolistik adalah pasar
yang terjadi bila dalam suatu pasar terdapat banyak produsen, tetapi ada
diferensiasi produk (perbedaan merk, bungkus, dan sebagainya) di antara
produk-produk yang dihasilkan oleh masing-masing produsen. Jadi, model pasar
persaingan monopolistik pada dasarnya sama dengan model pasar persaingan sempurna,
hanya saja dalam pasar monopolistik diperkenalkan adanya diferensiasi produk,
sehingga produk yang dijual bersifat heterogen (beragam). Istilah diferensiasi
produk di sini ditentukan secara riil dua barang yang tidak berbeda, namun
dapat dianggap berbeda oleh konsumen. Pasar ini juga mengakui adanya kekuasaan
monopoli tertentu yang timbul dari penggunaan merk dan tanda dagang yang
berbeda. Oleh sebab itu, kurva permintaannya mempunyai kemiringan negatif.
Contoh pasar persaingan monopolistik adalah rumah makan, tukang cukur, dan
perusahaan angkutan. [4]
c.
Strategi Persaingan
Ada beberapa strategi
persaingan yang bisa digunakan dalam melakukan
persaingan dengan para pesaingnya agar bisa tetap berada dalam jalur
persaingan dan tetap melakukan produski. Cara-cara atau strategi tersebut
antara lain:
1.
Strategi-strategi
persaingan : menarik, mempertahankan, dan menumbuhkan pelanggan agar supaya
berhasil dalam persaingan perusahaan harus bergerak dari ; filosofi produk dan
penjualan ( product and selling philosophy ) menuju filosofi pelanggan dan
pemasaran ( customer and marketing philoshopy ).
2.
Pemasaran relational
dengan pelanggan (customer relationship marketing )
Pemasaran relational ( marketing relationship ) merupakan proses membentuk,
mempertahankan, dan meningkatkan relasi yang kuat, yang penuh nilai dengan para
pelanggan dan para pemegang saham. Kehilangan satu pelangan berarti kehilangan
keseluruhan arus pembelian yang akan dilakukan oleh pelanggan tersebut selama
dia menjadi pelanggan.
Untuk
menerapkan strategi tersebut agar berhasil, ada cara-cara yang bisa ditempuh
supaya persaingan bisa berjalan lancar seperti membangun hubungan jangka
panjang. Yaitu penciptaan nilai dan
kepuasan pelanggan yang unggul. Pelanggan yang puas akan cenderung akan
memberikan perusahaan pangsa yang lebih besar. Unsur-unsur Penting Pembentuk
Relasi :[5]
-
Nilai Pelanggan (
customer value )
-
Kepuasan Pelanggan (
customer satisfaction )
-
Kesetiaan pelanggan
dan usaha mempertahankan pelanggan.
-
Meningkatkan “Pangsa
Pelanggan”
Menurut Handito Hadi Joewono
(konsultan strategi kompetisi dan marketing) mengemukakan ada 6 (enam) strategi
yang bisa ditempuh perusahaan untuk memenangkan persaingan:[6]
1.
Membangun persepsi
yang baik sesuai dengan Brand Positioning
Hal ini biasanya
dilakukan dengan cara melakukan pemasaran secara intensif.
2.
Meningkatkan
kualitas produk
Disini
sebuah perusahaan harus senantiasa meningkatkan kualitas produknya baik dalam
bnetuk barang, jasa ataupun gagasan. Dari sudut pandang pemasaran, hal inilah
yang sering dipengaruhi oleh persepsi. Karena semakin tinggi persepsi suatu
produk maka semakin tinggi pula dibutuhkan kualitas riil dari prosduk tersebut.
3.
Selalu menyajikan
produk baru
Hal
ini bukan bermakusd menghasilkan produk yang benar-benar baru, namun bisa juga
diartikan sebagai menghasilkan produk dari hasil inovasi atau modifikasi produk
yang sudah ada.
4.
Melakukan pendekatan
dengan konsumen
Strategi
ini diistilahkan dengan Custumer
Relationship Management yaitu serangkaian proses dan teknik untuk mengontrol
hubungan dengan konsumen.
5.
Melakukan distribusi
secara terintegrasi
Pendekatan
distribusi ini memadukan sistem distribusi direct, dependenr dan independent.
6.
Harga kompetitif
Kompetitif
tidak berarti murah. Dan tidak selamanya hargakompetitif itu selalu dikaitkan
dengan harga murah. Sebab perusahaan dapat memadukan kesiapan bersaing dengan
keragaman produk yang dimiliki dengan portofolio produk yang lengkap.
C. Peluang dan Tantangan Bisnis
a.
Tantangan-tantangan
yang Dihadapi Bisnis
1.
Tantangan
Produktivitas[7]
Dunia
bisnis harus meningkatkan produktivitasnya, karena mereka akan menghadapi pasar
luas yang makin berkembang. Usaha meningkatkan produktivitas ini dapat
dilakukan dengan cara :
-
Memperbaharui
mesin-mesin dengan modern
-
Kembangkan kegiatan
research and development.
-
Di negara maju di
coba pemakaian robot
-
Kembangkan manajemen
personalia
-
Libatkan karyawan
dalam pengambilan keputusan.
2.
Tantangan Kualitas
Konsumen merasa tidak senang membeli produk yang
cepat rusak dan seringkali diperbaiki. Konsumen pun tidak senang dengan
perusahaan jasa yang tidak mau memperbaiki servisnya.
3.
Tantangan Pasar
Global
Persaingan global makin lama makin meningkat.
Oleh sebab itu, produktivitas dan kualitas produk harus ditingkatkan agar dapat
menghadapi persaingan global tersebut. Secara kultur, Indonesia termasuk negara
yang tidak memiliki tingkat maskulinitas tinggi hanya 46M. Maraknya pemimpin wanita yang naik pentas
snagat boleh jadi membawa angin baru. Dengan keluwesannya, negosiasi tampaknya
akan lebih mewarnai gaya kepemimpinan mereka. Gaya keibuan boleh jadi akan
bertransformasi menjadi ilmu kapas ; ringan dan lembut, tapi bisa menjadi padat
dan tidak mudah koyak.[8]
1.
Globalisasi Ekonomi
Dalam pasar global, pesaing datang dari berbagai negara
yang berbeda. Sudah siapkah anda menghadapi persiangan seperti ini? Sudah
siapkah bisnis yang ada menghadapi era teknologi modern?
2.
Tantangan Sosial
a)
Pemulihan Ekonomi
Pemulihan ekonomi
saat ini didorong oleh dua faktor utama yaitu pengingkatan kebutuhan terhadap
barang-barang konsumi serta penurunan inflasi dan suku bunga.
b)
Wanita di Dunia
Kerja
Secara kultur,
Indonesia termasuk negara yang tidak memiliki tingkat maskulinitas tinggi hanya
46M. (Penelitian: Noe et.all, 1994). Maraknya pemimpin wanita yang naik pentas
snagat boleh jadi membawa angin baru. Dengan keluwesannya, negosiasi tampaknya
akan lebih mewarnai gaya kepemimpinan mereka. Gaya keibuan boleh jadi akan
bertransformasi menjadi ilmu kapas ; ringan dan lembut, tapi bisa menjadi padat
dan tidak mudah koyak.
c)
Isu link and Match
Link and match adalah kondisi yang menggarmbarkan
tingkat kesesuaian antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
4)
Diversitas
Indonesia memiliki
berbagai macam suku dan adat istiadat
yang tentunya memiliki kebiasaan dan
nilai-nilai yang berbeda pula dengan satu sama lain.
5)
Konflik Nilai
Perbedaan nilai
dapat terjadi karena berbagai hal, antara lain karena faktor usia.
6)
Etika Bisnis
Sustainable
development maupun green business merupakan isu yang semakin berkembang. Ecolabeling
merupakan salah satu contoh usaha masyarakat untuk menyelamatkan lingkungan
dari ancaman dunia bisnis. Dunia bisnis juga harus berfungsi sosial dan
dioperasikan dengan mengindahkan etika-etika yang berlaku di masyarakat.
4.
Tantangan Kualitas
Kualitas yang
merupakan kunci utama yang harus dimiliki persuahaan-perusahaan Indonesia untuk
bersaing di pasar internasional. Penekanan kualitas pada hakikatnya dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu :
1)
Penekanan teknis
atau manufaktur
Secara teknis,
produk dikatakan kerkualitas jika telah memenuhi spesifikasi tertentu.
2)
Penekanan pada
konsumen
Dipandang dari sisi
konsumen, produk dikatakan berkualitas jika produk tersebut mampu memenuhi
kebutuhan konsumen.
5.
Tantangan Teknologi
Perubahan teknologi yang sangat cepat harus diimbangi
perusahaan dengan menynediakan karyawan yang terampil, memiliki kapasitas,
serta kemauan belajar yang tinggi.[9]
b.
Peluang Bisnis
Peluang usaha adalah kesempatan atau waktu yang
tepat yang seharusnya di ambil atau dimanfaatkan bagi seseorang wirausahawan
mendapat keuntungan. banyak peluang yang di siasiakan, sehingga berlalu begitu
saja karena tidak semua orang dapat melihat peluang dan yang melihatpun belum
tentu berani memanfaatkan peluang tersebut. hanya seorang wirausahawan yang
dapat berpikir kriatif serta berani mengambil risiko itulah yang dengan tanggap
dan cepat memanfaatkan peluang.Peluang usaha yang telah di ambil tentu akan
memiliki konsekuensi bagi pengambil keputusan. jika berhasil dapat dikatakan
mendapat keuntungan, namun jika gagal maka itu bagian dari resiko yang harus di
hadapi. Namun demikian, hal itu dapat dijadikan pengalaman yang sangat
berharga.
Sumber Peluang Usaha bisa berasal dari beberapa macam sumber,
adalah sebagai berikut:[10]
1.
Peluang yang berasal dari diri sendiri
Peluang
ini memiliki potensi yang cukup besar dalam menuju kekuksesan, hal ini
disebabkan karena peluang tersebut tumbuh secara tidak langsung dari jiwa
seseorang itu sendiri.
2.
Peluang yang berasal dari lingkungan.
Peluang ini biasanya timbul dari lingkungan
yang ada di sekitar mereka. Seperti salah satu contoh peluang usaha seorang
mahasiswa yang menjual pulsa elektik dan sebagainya.
3.
Peluang yang berasal
dari beberapa perubahan yang terjadi.
Ini merupakan salah satu sumber peluang usaha
yang sangat besar. Karena peluang ini muncul disebabkan karena terjadinya
sebuah perubahan seperti perubahan gaya hidup, perubahan peraturan pemerintah,
perubahan musim, perubahan pola makan dan perubahan-perubahan lainnya.
4.
Peluang yang berasal
dari seorang konsumen.
Konsumen merupakan salah satu objek yang
sangat diperlukan dalam menentukan peluang usaha yang hendak ditekuni. Karena
dari suara konsumenlah seseorang bisa mengetahui peluang usaha apa saja yang
saat ini sedang dibutuhkan dan perlu dikembangkan.
5.
Peluang yang berasal
dari gagasan (ide) orang lain.
Peluang usaha ini bersifat orisinil yang bisa
memunculkan sebuah gagasan peluang usaha yang baru.
6.
Peluang yang berasal
dari beberapa informasi yang didapat.
Peluang ini lebih mengarah
pada pengumpulan beberapa informasi yang dibutuhkan yang perlu menghubungkan
sebuah pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki seseorang untuk mewujudkannya.
Akan tetapi, peluang tersebut tidak akan bermanfaat jika seseorang tersebut
tidak memiliki kemampuan dalam menghubungkan pengalaman dan pengetahuan
tersebut.[11]
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Konsep
pemasaran merupakan orientasi perusahaan yang menekankan bahwa tugas pokok
perusahaan adalah menentukan kebutuhan dan keinginan pasar dan selanjutnya
memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut sehingga dicapai tingkat kepuasan
pelanggan yang melebihi dari kepuasan yang diberikan oleh para saingan, hal ini
dilakukan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan pada suatu perusahaan
Peluang dan
Perencanaan bisnis adalah dua hal yang saling berkaitan dan mendasar dalam
dunia bisnis sehinggan seorang wirausaha harus dapat mengamati peluang pintu
peluang,Apa saja sumber-sumber potensial peluang,cara mengamati pintu peluang
dan apa saja kenda-kendalanya.Setelah mendapatkan peluang yang baik seorang
wirausaha membuat perencaan bisnis karena
perencanaan bisnis bukan hanya sebagai pedoman atau buku pegangan dalam
berbisnis, tetapi untuk acuan dan
sebagai peta perjalanan bisnis yang akan dan di jalankan. Tetapi harus tetap
berada dijalur yang benar dan sesuai dengan yang direncanakan.
DAFTAR PUSTAKA
Swastha
Basu dan Irawan, Manajemen Pemasaran
Modern. Edisi Kedua. Yogyakarta : Liberty. 1990.
Philip
Kolter, Manajemen Pemasaran, PT.Indeks
Kelompok Gramedia, 2005.
Sukirno,sadono.
2002, Pengantar Teori Mikro Ekonomi:Jakarta.
Herry Susanto dan Khaerul Umam, 2013, Manajemen
Pemasaran Bank Syari’ah, Bandung, Pustaka Setia.
Basu Swastha, 2000,
Pengantar Bisnis Modern, Jakarta :
Liberti.
Swastha Basu dan Irawan, 1990, Manajemen Pemasaran Modern. Edisi Kedua.
Yogyakarta : Liberty.
Philip Kolter, Manajemen
Pemasaran, PT.Indeks Kelompok Gramedia, 2005.
Arie Siswanto, 2002, Hukum Persaingan Usaha, Ghalia Indonesia,
Jakarta, Tiga Serangkai.
M. Suparmoko dkk, 2000, Pokok-Pokok Ekonomi, BPFE-Yogyakarta
[1] Philip Kolter, Manajemen Pemasaran, (PT.Indeks
Kelompok Gramedia, 2005), Hal 5..
[2] Herry Susanto dan Khaerul Umam, Manajemen
Pemasaran Bank Syari’ah, Bandung, Pustaka Setia, 2013
[3] Richard G. Lipsey dkk,
Ilmu Ekonomi Edisi Ketujuh jilid 2, (PT Rineka Cipta, Jakarta, 1993), Hal. 233.
[9] Swastha Basu dan Irawan, Manajemen Pemasaran Modern. Edisi Kedua.
(Yogyakarta : Liberty. 1990), hal. 238
[11] Sukirno,sadono.Pengantar
Teori Mikro Ekonomi, (Jakarta. Tiga Serangkai, 2002), hal. 56