Selasa, 17 Oktober 2017

makalah SIM kelompok 9



TEKNOLOGI INFORMASI DALAM
MANAJEMEN PEMASARAN

D
I
S
U
S
U
N
OLEH :

NAMA                                                                                    NIM
1.      YULIA ZHARA                                                  1630200040
2.      RINI KHOLILAH HASIBUAN                         1630200047
           

DOSEN PENGAMPU
YULI EVIYANTI, SE., M.M



JURUSAN BIMBINGAN KONSELIN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH DAN ILMU KOMUNIKASI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
PADANGSIDIMPUAN
T.A 2017/2018

KATA PENGANTAR



Puji dan Syukur Kami Panjatkan ke Hadirat Allah SWT  karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga kami dapat menyusun makalah ini. Makalah ini membahas tentang ‘Teknologi informasi dalam manajemen Pemasaran’’
Dalam penyusunan makalah ini, kami banyak mendapat tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa teratasi. Olehnya itu, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran dari pembaca sangat kami  harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.
Padangsidimpuan, September 2017


Penulis


DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR................................................................................        i
DAFTAR ISI...............................................................................................        ii
BAB I PENDAHULUAN..........................................................................        1
A.    Latar Belakang.................................................................................        1
BAB II PEMBAHASAN............................................................................        2
A.    Pengertian Pemasaran......................................................................        2
B.     Persaingan dalam Dunia Bisnis........................................................        3
C.     Peluang dan Tantangan Bisnis.........................................................        8
BAB III PENUTUP....................................................................................        13
A.    Kesimpulan......................................................................................        13
DAFTAR PUSTAKA
 



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang
Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang yang dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yang berkualitas, dan yang diinginkan oleh konsumen.
Dalam mencapai strategi pemasaran yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah satunya perusahaan dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting karena bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia.
Pemasaran merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa pasar. oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang dapat memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan.


BAB II
LANDASAN TEORI

A.    Pengertian Pemasaran        

Pemasaran merupakan salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh para pengusaha untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, berkambang dan untuk mendapatkan laba. Berhasil tidaknya dalam pencapaian tujuan bisnis, tergantung pada keahlian mereka dibidang pemasaran, produksi, keuangan maupun bidang lain. Selain itu tergantung pada kemampuan mereka mengkombinasikan fungsi-fungsi tersebut agar perusahaan berjalan lancar. Untuk berhasil pemasaran harus memaksimalkan penjualan yang menghasilkan laba dalam jangka panjang. Jadi pelanggan harus benar-benar merasa kebutuhannya dipenuhi agar supaya perusahaan memperoleh kesinambungan usaha yang sangat penting nagi perusahaan. Pemasaran adalah suatu proses sosila dan menajerial yang dengan individuindividu dan kelompok-kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan mereka inginkan dengan menciptakan dan mempertemukan produk-produk dan nilai sama lain. [1]
Pemasaran adalah proses sosial dimana proses itu individual dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain. Suatu sistem keseluruhan dari  kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli yang potensial.
Pengertiannya adalah mula-mula manusia harus menemukan kebutuhan terlebih dahulu kemudian berusaha untuk memenuhinya dengan cara mengandalkan hubungan. Pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditunjukkan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial.
Dari pengertian tersebut dapat diberikan suatu gambaran bahwa pemasaran ini merupakan suatu sistem keseluruham kegiatan terpadu. Kegiatan sudah dimulai sebelum produk ada, yaitu sejak ide tentang suatu produk muncul dan masih berlangsung setelah produk terjual. Jadi tujuan pemasaran adalah mencapai penjualan yang menguntungkan dalam jangka panjang, dengan cara memuaskan kebutuhan dan keinginan pembeli sedemikian rupa sehingga akan menjadi langanan. 

B.     Persaingan dalam Dunia Bisnis
a.       Pengertian Persaingan
Persaingan berasal dari kata “saing” yang berati berlomba atau (mengatasi, dahulu mendahului), dengan kata lain yakni usaha untuk memperhatikan keunggulan masing-masing yang dilakukan perseorangan atau badan hukum dalam bidang perdagangan, produksi, pertahanan dan sebagainya.
Pesaing adalah perusahaan yang menghasilkan atau menjual barang dan jasa yang sama atau mirip dengan produk yang ditawarkan. Analisis persaingan merupakan suatu perbuatan menganalisa atau mengidentifikasi apa-apa saja yang dilakukan oleh pihak pesaing atau perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa yang mirip dengan produk kita.
Beberapa hal yang perlu diketahui dari pesaing:[2]
1.      Kelengkapan mutu, desain dan bentuk produk
2.      Harga yang ditawarkan
3.      Saluran distribusi atau lokasi cabang yang dimiliki
4.      Promosi yang dijalankan
5.      Rencana kegiatan pesaing ke depan
Persaingan merupakan suatu bentuk usaha yang dilaksanakan supaya mendapatkan kemenangan atau mendapatkan posisi yang lebih baik tanpa harus terjadi benturan fisik atau konflik. Persaingan (kompetisi) dalam suatu komunitas dapat dikelompokkan menjadi dua jika dilihat dari asalnya yakni persaingan yang berasal dari dalam populasi jenis itu sediri yang disebut intraspesifik dan persaingan yang berasal dari luar populasi tersebut yang disebut ekstraspesifik.[3] Proses persaingan merupakan bagian dari ko-evolusi spesies, karena strategi spesies dalam persaingan merupakan arah seleksi spesies yang menentukan keberhasilan spesies tersebut dalam mempertahankan suatu tingkat kerapatan populasi tertentu dalam lingkungan hidupnya.
Sehingga pengertian mengenai persaingan seperti yang diungkapkan oleh Kotler dan Porter menyatakan bahwa persaingan dalam konteks pemasaran adalah keadaan dimana perusahaan pada pasar produk atau jasa tertentu akan memperlihatkan keunggulannya masing-masing, dengan atau tanpa terikat peraturan tertentu dalam rangka meraih pelanggannya.
Dalam dunia persaingan usaha dikenal dengan dinamika persaingan yang berarti perubahan-perubahan yang terjadi terhadap persaingan yang terjadi pada perusahaan dalam memperebutkan pelanggan pada periode-periode tertentu. Untuk itu setiap perusahaan perlu memperhatikan dinamika yang terjadi agar mereka bisa mengikuti persaingan supaya tidak mengalami kekalahan dalam kompetisi di pasar.
Terminologi persaingan adalah suatu konsep yang kerap digunakan dalam ilmu ekonomi untuk mengerti bagaimana pembentukan harga pasar dan keputusan penetapan harga oleh suatu perusahaan atau penjual. Pengertian persaingan mengalami perubahan sejalan dengan aplikasi ilmu ekonomi oleh kalangan perusahaan atau penjual. Pengertian pertama dari persaingan, seperti yang dijelaskan pada teori klasik, yaitu struktur pasar (market structure) khususnya pasar persaingan sempurna untuk produk identik (homogin) yang melibatkan banyak penjual dan banyak pembeli. Shepherd (1997) menyebutkan aplikasi struktur pasar persaingan sempurna adalah struktur pasar persaingan (competitive market structure) yang memiliki kinerja pasar yaitu biaya murah (lower costs) dan harga rendah (lower prices).
b.      Macam-Macam Persaingan
1.      Pasar Persaingan Sempurna
Pasar persaingan sempurna diartikan sebagai pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang sangat banyak, sehingga tidak ada satu pun penjual atau pembeli yang bisa mempengaruhi harga. Dalam pasar persaingan sempurna jumlah perusahaan sangat banyak dan kemampuan setiap perusahaan dianggap sedemikian kecilnya, sehinga tidak mampu mempengaruhi pasar. Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna
·            Terdapat banyak sekali penjual (perusahaan) dan pembeli.
·            Produk-produk homogen (persis sama).
·            Bebas keluar masuk pasr.
·            Penjual dan pembeli mengetahui kondisi pasr secara sempurna.
·            Faktor-faktor produksi bergerak bebas.
·            Tidak ada campur tangan pemerintah
2.      Persaingan Pasar Tidak Sempurna
Persaingan pasar  tidak sempurna adalah suatu pasar di mana seorang penjual mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi harga pasar, karena jumlah barang yang ditawarkan cukup besar. Memungkinkan penjualan tersebut dapat mempengaruhi harga pasar. Ciri- cirri persaingan pasar tidak sempurna :
·       Terdapat sedikit penjual banyak pembeli atau sebaliknya
·       Masing-masing penjual dapat bersatu untuk menguasai pasar
·       Pembeli tidak bebas untuk menentukan pilihannya, karena sedikitnya penjual yang ada di pasar
·       Barang yang diperdagangkan homogen.
Berikut adalah jenis-jenis persaingan pasar tidak sempurna :
1)      Pasar Monopoli adalah suatu keadaan pasar di mana hanya ada satu kekuatan atau satu penjual yang dapat menguasai seluruh penawaran, sehingga tidak ada pihak lain yang menyainginya atau terdapat pure monopoly (monopoli murni). Contoh pasar monopoli antara lain perusahaan negara, dan perusahaan minyak bumi serta gas alam.
2)      Pasar Oligopoli adalah suatu keadaan pasar di mana terdapat beberapa produsen atau penjual menguasai penawaran, baik secara independen (sendiri-sendiri) maupun secara diam-diam bekerja sama. Contoh pasar oligopoli antara lain pasar bagi perusahaan industri motor, industri baja, industri rokok, dan industry sabun mandi.
3)      Pasar Persaingan Monopolistik adalah pasar yang terjadi bila dalam suatu pasar terdapat banyak produsen, tetapi ada diferensiasi produk (perbedaan merk, bungkus, dan sebagainya) di antara produk-produk yang dihasilkan oleh masing-masing produsen. Jadi, model pasar persaingan monopolistik pada dasarnya sama dengan model pasar persaingan sempurna, hanya saja dalam pasar monopolistik diperkenalkan adanya diferensiasi produk, sehingga produk yang dijual bersifat heterogen (beragam). Istilah diferensiasi produk di sini ditentukan secara riil dua barang yang tidak berbeda, namun dapat dianggap berbeda oleh konsumen. Pasar ini juga mengakui adanya kekuasaan monopoli tertentu yang timbul dari penggunaan merk dan tanda dagang yang berbeda. Oleh sebab itu, kurva permintaannya mempunyai kemiringan negatif. Contoh pasar persaingan monopolistik adalah rumah makan, tukang cukur, dan perusahaan angkutan. [4]
c.       Strategi Persaingan
Ada beberapa strategi persaingan yang bisa digunakan dalam melakukan  persaingan dengan para pesaingnya agar bisa tetap berada dalam jalur persaingan dan tetap melakukan produski. Cara-cara atau strategi tersebut antara lain:
1.      Strategi-strategi persaingan : menarik, mempertahankan, dan menumbuhkan pelanggan agar supaya berhasil dalam persaingan perusahaan harus bergerak dari ; filosofi produk dan penjualan ( product and selling philosophy ) menuju filosofi pelanggan dan pemasaran ( customer and marketing philoshopy ).
2.      Pemasaran relational dengan pelanggan (customer relationship marketing )
Pemasaran relational ( marketing relationship ) merupakan proses membentuk, mempertahankan, dan meningkatkan relasi yang kuat, yang penuh nilai dengan para pelanggan dan para pemegang saham. Kehilangan satu pelangan berarti kehilangan keseluruhan arus pembelian yang akan dilakukan oleh pelanggan tersebut selama dia menjadi pelanggan.
Untuk menerapkan strategi tersebut agar berhasil, ada cara-cara yang bisa ditempuh supaya persaingan bisa berjalan lancar seperti membangun hubungan jangka panjang. Yaitu  penciptaan nilai dan kepuasan pelanggan yang unggul. Pelanggan yang puas akan cenderung akan memberikan perusahaan pangsa yang lebih besar. Unsur-unsur Penting Pembentuk Relasi :[5]
-                    Nilai Pelanggan ( customer value )
-                    Kepuasan Pelanggan ( customer satisfaction )
-                    Kesetiaan pelanggan dan usaha mempertahankan pelanggan.
-                    Meningkatkan “Pangsa Pelanggan”
Menurut Handito Hadi Joewono (konsultan strategi kompetisi dan marketing) mengemukakan ada 6 (enam) strategi yang bisa ditempuh perusahaan untuk memenangkan persaingan:[6]
1.      Membangun persepsi yang baik sesuai dengan Brand Positioning
Hal ini biasanya dilakukan dengan cara melakukan pemasaran secara intensif.
2.      Meningkatkan kualitas produk
Disini sebuah perusahaan harus senantiasa meningkatkan kualitas produknya baik dalam bnetuk barang, jasa ataupun gagasan. Dari sudut pandang pemasaran, hal inilah yang sering dipengaruhi oleh persepsi. Karena semakin tinggi persepsi suatu produk maka semakin tinggi pula dibutuhkan kualitas riil dari prosduk tersebut.
3.      Selalu menyajikan produk baru
Hal ini bukan bermakusd menghasilkan produk yang benar-benar baru, namun bisa juga diartikan sebagai menghasilkan produk dari hasil inovasi atau modifikasi produk yang sudah ada.
4.      Melakukan pendekatan dengan konsumen
Strategi ini diistilahkan dengan  Custumer Relationship Management yaitu serangkaian proses dan teknik untuk mengontrol hubungan dengan konsumen.
5.      Melakukan distribusi secara terintegrasi
Pendekatan distribusi ini memadukan sistem distribusi direct, dependenr dan independent.
6.      Harga kompetitif
Kompetitif tidak berarti murah. Dan tidak selamanya hargakompetitif itu selalu dikaitkan dengan harga murah. Sebab perusahaan dapat memadukan kesiapan bersaing dengan keragaman produk yang dimiliki dengan portofolio produk yang lengkap.

C.    Peluang dan Tantangan Bisnis
a.       Tantangan-tantangan yang Dihadapi Bisnis
1.      Tantangan Produktivitas[7]
Dunia bisnis harus meningkatkan produktivitasnya, karena mereka akan menghadapi pasar luas yang makin berkembang. Usaha meningkatkan produktivitas ini dapat dilakukan dengan cara :
-            Memperbaharui mesin-mesin dengan modern
-            Kembangkan kegiatan research and development.
-            Di negara maju di coba pemakaian robot
-            Kembangkan manajemen personalia
-            Libatkan karyawan dalam pengambilan keputusan.
2.     Tantangan Kualitas
Konsumen merasa tidak senang membeli produk yang cepat rusak dan seringkali diperbaiki. Konsumen pun tidak senang dengan perusahaan jasa yang tidak mau memperbaiki servisnya.
3.      Tantangan Pasar Global
Persaingan global makin lama makin meningkat. Oleh sebab itu, produktivitas dan kualitas produk harus ditingkatkan agar dapat menghadapi persaingan global tersebut. Secara kultur, Indonesia termasuk negara yang tidak memiliki tingkat maskulinitas tinggi hanya 46M.  Maraknya pemimpin wanita yang naik pentas snagat boleh jadi membawa angin baru. Dengan keluwesannya, negosiasi tampaknya akan lebih mewarnai gaya kepemimpinan mereka. Gaya keibuan boleh jadi akan bertransformasi menjadi ilmu kapas ; ringan dan lembut, tapi bisa menjadi padat dan tidak mudah koyak.[8]
1.      Globalisasi Ekonomi
Dalam pasar global, pesaing datang dari berbagai negara yang berbeda. Sudah siapkah anda menghadapi persiangan seperti ini? Sudah siapkah bisnis yang ada menghadapi era teknologi modern?
2.      Tantangan Sosial
a)      Pemulihan Ekonomi
Pemulihan ekonomi saat ini didorong oleh dua faktor utama yaitu pengingkatan kebutuhan terhadap barang-barang konsumi serta penurunan inflasi dan suku bunga.
b)      Wanita di Dunia Kerja
Secara kultur, Indonesia termasuk negara yang tidak memiliki tingkat maskulinitas tinggi hanya 46M. (Penelitian: Noe et.all, 1994). Maraknya pemimpin wanita yang naik pentas snagat boleh jadi membawa angin baru. Dengan keluwesannya, negosiasi tampaknya akan lebih mewarnai gaya kepemimpinan mereka. Gaya keibuan boleh jadi akan bertransformasi menjadi ilmu kapas ; ringan dan lembut, tapi bisa menjadi padat dan tidak mudah koyak.
c)      Isu link and Match
Link and match adalah kondisi yang menggarmbarkan tingkat kesesuaian antara dunia pendidikan dan dunia kerja.
4)      Diversitas
Indonesia memiliki berbagai macam suku dan  adat istiadat yang tentunya memiliki kebiasaan  dan nilai-nilai yang berbeda pula dengan satu sama lain.
5)      Konflik Nilai
Perbedaan nilai dapat terjadi karena berbagai hal, antara lain karena faktor usia.
6)      Etika Bisnis
Sustainable development maupun green business merupakan isu yang semakin berkembang. Ecolabeling merupakan salah satu contoh usaha masyarakat untuk menyelamatkan lingkungan dari ancaman dunia bisnis. Dunia bisnis juga harus berfungsi sosial dan dioperasikan dengan mengindahkan etika-etika yang berlaku di masyarakat.
4.      Tantangan Kualitas
Kualitas yang merupakan kunci utama yang harus dimiliki persuahaan-perusahaan Indonesia untuk bersaing di pasar internasional. Penekanan kualitas pada hakikatnya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1)      Penekanan teknis atau manufaktur
Secara teknis, produk dikatakan kerkualitas jika telah memenuhi spesifikasi tertentu.
2)      Penekanan pada konsumen
Dipandang dari sisi konsumen, produk dikatakan berkualitas jika produk tersebut mampu memenuhi kebutuhan konsumen.
5.      Tantangan Teknologi
Perubahan teknologi yang sangat cepat harus diimbangi perusahaan dengan menynediakan karyawan yang terampil, memiliki kapasitas, serta kemauan belajar yang tinggi.[9]
b.      Peluang Bisnis
Peluang usaha adalah kesempatan atau waktu yang tepat yang seharusnya di ambil atau dimanfaatkan bagi seseorang wirausahawan mendapat keuntungan. banyak peluang yang di siasiakan, sehingga berlalu begitu saja karena tidak semua orang dapat melihat peluang dan yang melihatpun belum tentu berani memanfaatkan peluang tersebut. hanya seorang wirausahawan yang dapat berpikir kriatif serta berani mengambil risiko itulah yang dengan tanggap dan cepat memanfaatkan peluang.Peluang usaha yang telah di ambil tentu akan memiliki konsekuensi bagi pengambil keputusan. jika berhasil dapat dikatakan mendapat keuntungan, namun jika gagal maka itu bagian dari resiko yang harus di hadapi. Namun demikian, hal itu dapat dijadikan pengalaman yang sangat berharga.
Sumber Peluang Usaha  bisa berasal dari beberapa macam sumber, adalah sebagai berikut:[10]
1.       Peluang yang berasal dari diri sendiri
Peluang ini memiliki potensi yang cukup besar dalam menuju kekuksesan, hal ini disebabkan karena peluang tersebut tumbuh secara tidak langsung dari jiwa seseorang itu sendiri.
2.       Peluang yang berasal dari lingkungan.
 Peluang ini biasanya timbul dari lingkungan yang ada di sekitar mereka. Seperti salah satu contoh peluang usaha seorang mahasiswa yang menjual pulsa elektik dan sebagainya.
3.      Peluang yang berasal dari beberapa perubahan yang terjadi.
 Ini merupakan salah satu sumber peluang usaha yang sangat besar. Karena peluang ini muncul disebabkan karena terjadinya sebuah perubahan seperti perubahan gaya hidup, perubahan peraturan pemerintah, perubahan musim, perubahan pola makan dan perubahan-perubahan lainnya.
4.      Peluang yang berasal dari seorang konsumen.
 Konsumen merupakan salah satu objek yang sangat diperlukan dalam menentukan peluang usaha yang hendak ditekuni. Karena dari suara konsumenlah seseorang bisa mengetahui peluang usaha apa saja yang saat ini sedang dibutuhkan dan perlu dikembangkan.
5.      Peluang yang berasal dari gagasan (ide) orang lain.
 Peluang usaha ini bersifat orisinil yang bisa memunculkan sebuah gagasan peluang usaha yang baru.
6.      Peluang yang berasal dari beberapa informasi yang didapat.
                  Peluang ini lebih mengarah pada pengumpulan beberapa informasi yang dibutuhkan yang perlu menghubungkan sebuah pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki seseorang untuk mewujudkannya. Akan tetapi, peluang tersebut tidak akan bermanfaat jika seseorang tersebut tidak memiliki kemampuan dalam menghubungkan pengalaman dan pengetahuan tersebut.[11]



BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Konsep pemasaran merupakan orientasi perusahaan yang menekankan bahwa tugas pokok perusahaan adalah menentukan kebutuhan dan keinginan pasar dan selanjutnya memenuhi kebutuhan dan keinginan tersebut sehingga dicapai tingkat kepuasan pelanggan yang melebihi dari kepuasan yang diberikan oleh para saingan, hal ini dilakukan untuk meningkatkan loyalitas pelanggan pada suatu perusahaan
Peluang dan Perencanaan bisnis adalah dua hal yang saling berkaitan dan mendasar dalam dunia bisnis sehinggan seorang wirausaha harus dapat mengamati peluang pintu peluang,Apa saja sumber-sumber potensial peluang,cara mengamati pintu peluang dan apa saja kenda-kendalanya.Setelah mendapatkan peluang yang baik seorang wirausaha membuat perencaan bisnis karena  perencanaan bisnis bukan hanya sebagai pedoman atau buku pegangan dalam berbisnis, tetapi untuk acuan  dan sebagai peta perjalanan bisnis yang akan dan di jalankan. Tetapi harus tetap berada dijalur yang benar dan sesuai dengan yang direncanakan.
   


DAFTAR PUSTAKA
Swastha Basu dan Irawan, Manajemen Pemasaran Modern. Edisi Kedua. Yogyakarta : Liberty. 1990.
Philip Kolter, Manajemen Pemasaran, PT.Indeks Kelompok Gramedia, 2005. 
Sukirno,sadono. 2002, Pengantar Teori Mikro Ekonomi:Jakarta.
Herry Susanto dan Khaerul Umam, 2013,  Manajemen Pemasaran Bank Syari’ah, Bandung, Pustaka Setia.
Basu Swastha, 2000, Pengantar Bisnis Modern, Jakarta : Liberti.
Swastha Basu dan Irawan, 1990, Manajemen Pemasaran Modern. Edisi Kedua. Yogyakarta : Liberty.
Philip Kolter, Manajemen Pemasaran, PT.Indeks Kelompok Gramedia, 2005.
Richard G. Lipsey dkk, 1993, Ilmu Ekonomi Edisi Ketujuh jilid 2, PT Rineka Cipta, Jakarta
Arie Siswanto, 2002, Hukum Persaingan Usaha, Ghalia Indonesia, Jakarta, Tiga Serangkai.
M. Suparmoko dkk, 2000, Pokok-Pokok Ekonomi, BPFE-Yogyakarta


[1] Philip Kolter, Manajemen Pemasaran, (PT.Indeks Kelompok Gramedia, 2005), Hal 5..  
[2] Herry Susanto dan Khaerul Umam, Manajemen Pemasaran Bank Syari’ah, Bandung, Pustaka Setia, 2013
[3] Richard G. Lipsey dkk, Ilmu Ekonomi Edisi Ketujuh jilid 2, (PT Rineka Cipta, Jakarta, 1993), Hal. 233.
[4] Arie Siswanto, Hukum Persaingan Usaha, (Ghalia Indonesia, Jakarta, 2002), Hal. 39.
[5] Ibid., hal. 98
[6] M. Suparmoko dkk, Pokok-Pokok Ekonomi, (BPFE-Yogyakarta,2000). Hal. 144
[7] Philip Kolter, Manajemen Pemasaran, (PT.Indeks Kelompok Gramedia, 2005), hal. 23
[8] Ibid., hal. 79
[9] Swastha Basu dan Irawan, Manajemen Pemasaran Modern. Edisi Kedua. (Yogyakarta : Liberty. 1990), hal. 238
[10] Basu Swastha, Pengantar Bisnis Modern, (Jakarta : Liberti, 2000), hal. 201
[11] Sukirno,sadono.Pengantar Teori Mikro Ekonomi, (Jakarta. Tiga Serangkai, 2002), hal. 56