Kamis, 31 Agustus 2017



MAKALAH PENGERTIAN,NAMA-NAMA,DAN PROSES TURUNYA AL-QUR’AN

BAB IPENDAHULUAN1.
1.Latar belakang

Berbicara tentang Al-Qur’an, takkan pernah ada habisnya. AlQur’an
mengandung berbagai kisah dari sejarah zaman lampau hingga masa yang akandatang, termuat juga hukum-hukum islam, rahasia alam semesta, serta masihbanyak lagi.Al-
Qur’an menjadi salah satu mukjizat besar Nabi Muhammad SAW,sebab turunnya Al Qur’an melalui perantara beliau, Al Qur’an mempunyai
peranan yang sangat penting untuk keberlangsungan umat manusia di dunia.Betapa tidak, semua persoalan manusiadi dunia sebagian besar dapat ditemukan
 jawabannya pada Al Qur’an. Oleh karenannya kemudian Al Qur’an di yakini
sebagai firman Allah yang menjadi sumber ajaran Islam pertama sebelum Hadist.Berbagai macam persoalan hidup manusia solusinya terdapat dalam al
qur’an. Maka sudah menjadi kewajiban kita sebagai umat muslim untuk membaca, memahami, dan mengamalkan al qur’an yang merupakan pedomanhidup kita. Pentingnya memahami al qur’an sebagai sumber ajaran islam yang
pertama menjadi latar belakang dibuatnya makalah ini.
 

BAB II
                                                                       PEMBAHASAN

1.Pengertian Al-Qur’an
Al-Qur’an adalah kitab suci bagi umat Islam yang diturunkan oleh
Allah kepada Nabi Muhammad melalui perantara malaikat Jibril. Al-Qur’an
merupakan sumber hukumutamaIslam dan pedoman hidup kaum muslim.Al-Qur’an bukan hanya mengajarkan tentang hubungan manusia dengan
Tuhan, tetapi juga mengajarkan tentang hubungan manusia terhadap sesamamanusiadan juga alam.Pengertian Al-Qur’an sangat luas, antara lain :
a.Secara Etimologi
Ada beberapa pendapat tentang pengertian Al-Qur’an secara etimologi,
antara lain yaitu :1)
Kata “Al-Qur’an” merupakan bentuk masdar dari kata“Qara’a” yangartinya “bacaan”.
2) Kata “Al-Qur’an” merupakankata sifat dari “Al-Qar’u” yangbermakna
“Al-jam’u” yang artinya “kumpulan”.
3)Kata Al-Qur’an merupakan Isim Alam bukan kata bentukan dan se
 jak awal digunakan sebagai namakitab suci umat Islam.
b.Secara Terminologi
Menurut Muhammad bin Muhammad Abu Syahbah dalam bukunyaAl-Madkhal li dirasah al-Q
ur’an al
-karim mengatakan bahwa :
“Al-Qur’an adalah firman Allah swt yang diturunkan kepada nabi
 Muhammad saw, yang memiliki kemukjizatan lafal, membacanya bernilaiibadah, diriwayatkan secara mutawatir, yang tertulis dalam mushaf,dimulai dengan suratal-fatihah dan diakhiri dengan surat an-Nas.”


2.Nama-nama Al-Quran
Al-Quran merupakan Kalam Allah yang mengandungi ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibrail untuk disampaikan kepada semua manusia. Al-Quran merupakan mukjizat yang paling agung yang telah mendapat jaminan daripada Allah SWT akan kekal terpelihara.
Terdapat lebih daripada 10 nama Al-Quran dirakamkan oleh Allah dalam kitabNya. Nama-nama itu menepati ciri-ciri dan kriteria Al-Quran itu sendiri.
1. Al-Kitab (Kitab)
Perkataan Kitab di dalam bahasa Arab dengan baris tanwin di akhirnya (kitabun) memberikan makna umum iaitu sebuah kitab yang tidak tertentu. Apabila ditambah dengan alif dan lam di depannya menjadi (Al Kitab) ia telah berubah menjadi suatu yang khusus (kata nama tertentu). Dalam hubungan ini, nama lain bagi Al-Quran itu disebut oleh Allah adalah Al-Kitab.
Kitab (al-Quran) ini tidak ada keraguan padanya, (menjadi) petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (al-Baqarah: 2)
2. Al-Hudaa (Petunjuk)
Allah SWT telah menyatakan bahawa Al-Quran itu adalah petunjuk. Dalam satu ayat Allah menyatakan Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia (2:185) dan dalam satu ayat yang lain Allah nyatakan ia sebagai petunjuk bagi orang-orang betaqwa. (3:138 )
Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil) … (al-Baqarah: 185)
3. Al-Furqan (Pembeda)
Allah SWT memberi nama lain bagi Al-Quran dengan Al-Furqan beerti Al-Quran sebagai pembeda antara yang haq dan yang batil. Mengenali Al-Quran maka kesannya sewajarnya dapat mengenal Al-Haq dan dapat membedakannya dengan kebatilan.
Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Furqan (Al-Quran) kepada hambaNya (Muhammad) … (al-Furqan: 1)
4. Ar-Rahmah (Rahmat)
Allah menamakan Al-Quran dengan rahmat kerana dengan Al-Quran ini akan melahirkan iman dan hikmah. Bagi manusia yang beriman dan berpegang kepada Al-Quran ini mereka akan mencari kebaikan dan cenderung kepada kebaikan tersebut.
Dan Kami turunkan dari Al-Quran (sesuatu) yang menjadi penawar serta rahmat bagi orang-orang yang beriman, sedangkan bagi orang-orang yang zalim (Al-Quran itu) hanya akan menambah kerugian. (al-Isra: 82)
5. An-Nuur (Cahaya)
Panduan yang Allah gariskan dalam Al-Quran menjadi cahaya dalam kehidupan dengan mengeluarkan manusia daripada taghut kepada cahaya kebenaran, daripada kesesatan dan kejahilan kepada kebenaran ilmu, daripada perhambaan sesame manusia kepada mengabdikan diri semata-mata kepada Yang Maha Mencipta dan daripada kesempitan dunia kepada keluasan dunia dan akhirat.
Dengan kitab itulah Allah member petunjuk kepada orang yang mengikuti keredhaanNya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari kegelapaan kepada cahaya dengan izinNya dan menunjukkan ke jalan yang lurus. (al-Maidah: 17) (al-Maidah: 16) (pembetulan pada 15 Februari 2014 – terima kasih kepada maktabahdae@gmail.com  kepada yang menegur melalui ruangan komen)
6. Ar-Ruuh (Roh)
Allah SWT telah menamakan wahyu yang diturunkan kepada rasulNya sebagai roh. Sifat roh adalah menghidupkan sesuatu. Seperti jasad manusia tanpa roh akanmati, busuk dan tidak berguna. Dalam hubungan ini, menurut ulama, Al-Quran mampu menghidupkan hati-hati yang mati sehingga dekat dengan Penciptanya.
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) Ruuh (Al-Quran) dengan perintah Kami, … (ash-Shura: 52)
7. Asy-Syifaa’ (Penawar)
Allah SWT telah mensifatkan bahawa Al-Quran yang diturunkan kepada umat manusia melalui perantara nabi Muhammad SAW sebagai penawar dan penyembuh. Bila disebut penawar tentu ada kaitannya dengan penyakit. Dalam tafsir Ibnu Kathir dinyatakan bahawa Al-Quran adalah penyembuh dari penyakit-pnyakit yang ada dalam hati manusia seperti syirik, sombong, bongkak, ragu dan sebagainya.
Wahai manusia! Sungguh, telah Kami datangkan kepadamu pelajaran (Al-Quran) dari Tuhanmu, penawar bagi penyakit yang ada di dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. (Yunus: 57)
8. Al-Haq (Kebenaran)
Al-Quran dinamakan dengan Al-Haq kerana dari awal hingga akhirnya, kandungan Al-Quran adalah semuanya benar. Kebenaran ini adalah datang daripada Allah yang mencipta manusia dan mangatur system hidup manusia dan Dia Maha Mengetahui segala-galanya. Oleh itu, ukuran dan pandangan dari Al-Quran adalah sesuatu yang sebenarnya mesti diikuti dan dijadikan priority yang paling utama dalam mempertimbangkan sesuatu.
Kebenaran itu dari Tuhanmu, maka janganlah sekali-kali engkau (Muhammad) termasuk orang-orang yang ragu. (al-Baqarah: 147)
9. Al-Bayaan (Keterangan)
Al-Quran adalah kitab yang menyatakan keterangan dan penjelasan kepada manusia tentang apa yang baik dan buruk untuk mereka. Menjelaskan antara yang haq dan yang batil, yang benar dan yang palsu, jalan yang lurus dan jalan yang sesat. Selain itu Al-Quran juga menerangkan kisah-kisah uma terdahulu yang pernah mengingkari perintah Allah lalu ditimpakan dengan berbagai azab yang tidak terduga.
Inilah (Al-Quran) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk kepada seta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. (al-Baqarah Aali-Imran: 138 )
10. Al-Mau’izhah (Pengajaran)
Al-Quran yang diturunkan oleh Allah adalah untuk kegunaan dan keperluan manusia, kerana manusia sentiasa memerlukan peringatan dan pelajaran yang akan membawa mereka kembali kepada tujuan penciptaan yang sebenarnya. Tanpa bahan-bahan pengajaran dan peringatan itu, manusia akan terlalai dan alpha dari tugasnya kerana manusia sering didorong oleh nafsu dan dihasut oleh syaitan dari mengingati dan mentaati suruhan Allah.
Dan sungguh Kami telah mudahkan Al-Quran untuk peringatan, maka adakah orang yang mahu mengambil pelajaran? (daripada Al-Quran ini).(al-Qamar: 22)
11. Adz-Dzikr (Pemberi Peringatan)
Allah SWT menyifatkan Al-Quran sebagai adz-dzikra (peringatan) kerana sebetulnya Al-Quran itu sentiasa memberikan peringatan kepada manusia kerana sifat lupa yang tidak pernah lekang daripada manusia. Manusia mudah lupa dalam berbagai hal, baik dalam hubungan dengan Allah, hubungan sesame manusia mahupun lupa terhadap tuntutan-tututan yang sepatutnya ditunaikan oleh manusia. Oleh itu golongan yang beriman dituntut agar sentiasa mendampingi Al-Quran. Selain sebagai ibadah, Al-Quran itu sentiasa memperingatkan kita kepada tanggungjawab kita.
Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan adz-zikra (Al-Quran) dan Kamilah yang akan menjaganya (Al-Quran). (al-Hijr: 9)
12. Al-Busyraa (Berita Gembira)
Al-Quran sering menceritakan khabar gembira bagi mereka yang beriman kepada Allah dan menjalani hidup menurut kehendak dan jalan yang telah diatur oleh Al-Quran. Khabar-khabar ini menyampaikan pengakhiran yang baik dan balasan yang menggembirakan bagi orang-orang yang patuh dengan intipati Al-Quran. Telalu banyak janji-janji gembiran yang pasti dari Allah untuk mereka yang beriman dengan ayat-ayatNya.
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Kami bangkitkan setiap umat seorang saksi atas mereka dari mereka sendiri, dan Kami datangkan engkau (Muhammad) menjadi saksi atas mereka. Dan Kami turunkan Kitab (Al-Quran) kepadamu untuk menjelaskan segala sesuatu, sebagai petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang yang berserah diri (muslim). (an-Nahl: 89)
 
3.SEJARAH TURUN DAN PENYUSUNAN AL-QUR’AN
1.Sejarah Singkat Turunnya Al-Quran
Wahyu pertama turun pada saat Nabi SAW berusia 40 tahun di saatbeliau sedangbermeditasi di Gua Hira (17 Ramadhan). Wahyu berikutnyaturun 3 tahun kemudian. Urut-urutan Surat yang terdapat dalam Al-Quranbukan berdasarkan urutan turunnya ayat-ayat tersebut.Surat pertama yangdiwahyukan adalah Al-
‘Alaq (QS: 96) dan yang turun tera
khir adalah An-Nasr(QS: 110), sedangkan ayat terakhir yang diturunkan adalah ayat 3 dari surat Al-Maaidah. Sedangkan surat pertama yang terdapat dalam Al-Quran adalah Al-Fatihah (QS: 1) dan yang terakhir An-Nas (QS: 114).Urutan-urutan dalam Al-Quran tersebut semata-mata berdasarkan petunjuk dari Allah SWT kepadaNabi SAW. Al-Quran diturunkan tidak secara sekaligus tapi secara berangsur-angsur. Di Mekah selama 13 tahun dan di Madinah 10 tahun. Terbagi menjadiayat-ayat Makkiyyah (19/30 = 86 surat) dan Madaniyyah (11/30 = 28 surat).Sebenarnya, malaikat Jibril telah menyampaikan firman-firman Allah
atau Al Qur’an kepada Nabi Muhammad dengan beberapa cara. Berikut iniadalah beberapa cara turunnya Al Qur’an kepada Nabi Muhammad saw.• Malaikat Jibril memas
ukkan wahyu itu ke dalam hati Nabi Muhammad saw.tanpa memperlihatkan wujud aslinya. Rasulullah tiba-tiba saja merasakanwahyu itu telah berada di dalam hatinya.
• Suatu ketika, malaikat Jibril juga pernah menampakkan dirinya sebagai
seorang laki-laki danmengucapkan kata-kata di hadapan Nabi saw. Itulah salahsatu metode lain yang digunakan malaikat Jibril untuk menyampaikan Al
Qur’an kepada Nabi Muhammad saw
.
• Yang selanjutnya, wahyu juga turun kepada Nabi Muhammad saw. seperti
bunyi gemerincing lonceng. Menurut Rasulullah, cara inilah yang paling berat
 
11
dirasakan, sampai-sampai beliau mencucurkan keringat meskipun wahyu ituturun di musim yang sangat dingin.
• Cara yang lain adalah malaikat Jibril turun membawa wahyu kepada Nabi
Muhammad saw. dengan menampakkan wujudnya yang asli. Rasulullah saw.senantiasa menghafalkan setiap wahyu yang diterimanya. Beliau mampumengulangi wahyu tersebut dengan tepat, sesuai dengan apa yang telahdisampai kan oleh malaikat Jibril. Dalam hal ini, malaikat Jibril juga berperan
untuk mengontrol hafalan Al Qur’an Rasulullah saw. Al Qur’an diturunkan
dalam dua periode. Periode pertama dinamakan Periode Mekah. Turunnya Al
Qur’an pada periode pertama ini terjadi ketika Nabi saw. bermukim di Mekah
(610
622 M) sampai Nabi Muhammad saw. melakukan hijrah. Ayat-ayatyang diturunkan pada masa itu, kemudian disebut dengan ayat-ayat Makiyah,yang berjumlah 4.726 ayat dan terdiri atas 89 surat. Periode yang kedua adalahPeriode Madinah. Sebuah periode yang terjadi pada masa setelah NabiMuhammad saw. hijrah ke Madinah (622
632 M). Ayat-ayat yang turundalam periode ini kemudian dinamakan ayat-ayat Madaniyah, meliputi 1.510ayat dan mencakup 25 surat. Ayat-ayat Makiyah maupun Madaniyah yang
terdapat dalam Al Qur’an memiliki beberapa per
bedaan yang menjadi cirikhas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar