MAKALAH
FASE TURUNNYA AL-QUR’AN,CIRI-CIRI FAN BENTUK-BENTUKNYA
A.FASE TURUNNYA AL-QUR’AN
Al-Quran diturunkan melalui 3 tahap
:
1. Tahap Pertama (At-Tanazzulul
Awwalu) Al-Qur’an berada di Lauh Mahfuz, yaitu suatu tempat di mana manusia
tidak mengetahuinya secara pasti sebagaimana Firman Allah Swt : بَلْ هُوَ
قُرْآنٌ مَجِيد فِي لَوْحٍ مَحْفُوظٍ “Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al
Qur’an yang mulia, yang (tersimpan) dalam Lauh Mahfuz.” (QS. Al-Buruj : 21-22)
Penjelasan berkaitan sejak bila Al-Qur’an ditempatkan di Lauh Mahfuz, dan
bagaimana kaifiatnya adalah merupakan hal-hal gaib yang termasuk bahagian
keimanan dan tidak ada yang mengetahuinya selain dari Allah swt. Dalam konteks
ini Al-Qur’an diturunkan secara sekaligus maupun secara keseluruhan. Hal ini di
dasarkan pada dua sebab. Pertama: nas pada ayat 21-22 surah al-Buruj tersebut
tidak menunjukkan arti berangsur-angsur. Kedua: rahsia diturunkannya Al-Qur’an
secara berangsur-angsur tidak sesuai untuk tanazul tahap pertama tersebut.
Dengan demikian turunnnya Al-Qur’an pada tahap pertama, yaitu di Lauh Mahfuz
dapat dikatakan secara sekaligus.
2.Tahap Kedua (At-Tanazzulu
Ats-Tsani) Al-Qur’an turun dari Lauh Mahfuz ke Baitul `Izzah di langit dunia,
yakni setelah Al-Qur’an berada di Lauh Mahfuz, kitab Al-Qur’an itu turun ke
Baitul `Izzah di langit dunia atau langit terdekat dengan bumi ini. Banyak
penjelasannya dari ayat-ayat Al-Qur’an maupun hadits Nabi SAW. antara lain
sebagaimana Firman Allah Swt: حم وَالكِتابِ المُبينِ إِنّا أَنزَلناهُ في
لَيلَةٍ مُبارَكَةٍ ۚ
إِنّا
كُنّا
مُنذِرين فيها يُفرَقُ كُلُّ أَمرٍ حَكيمٍ أَمرًا مِن عِندِنا ۚ
إِنّا
كُنّا
مُرسِلينَ رَحمَةً مِن
رَبِّكَ ۚ
إِنَّهُ هُوَ
السَّميعُ العَليمُ “Haa Miim. Demi Kitab (Al Qur’an) yang menjelaskan,
sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada suatu malam yang sangat
diberkati dan sesungguhnya Kamilah yang memberi peringatan. Pada malam itu
dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yakni) urusan yang besar dari sisi
Kami. Sesungguhnya Kami adalah Yang mengutus segala Rasul, sebagai rahmat dari
Tuhanmu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui .” (QS.
Ad-Dukhan : 1-6) Sa`id Ibn Jubair meriwayatakan dari Ibnu Abbas dari Nabi
Muhammad saw baginda bersabda yang artinya : “Al-Qur’an itu dipisahkan dari
pembuatannya lalu diletakkan di Baitul Izzah di langit dunia, kemudian Malaikat
Jibril a.s. menurunkannya kepada Nabi Muhammad saw.” (HR. Al-Hakim) Dari Ibnu
Abbas r.a. berkata yang artinya : “Al-Qur’an itu diturunkan secara sekaligus ke
langit dunia pada malam Qadar, kemudian setelah itu diturunkan sedikit demi
sedikit selama duapuluh tahun." (HR. al-Nasa’i, Baihaqi dan Al-Hakim)
3.Tahap Ketiga (At-Tanazzulu
Ats-Thalisu) Al-Qur’an turun dari Baitul-Izzah di langit dunia terus kepada
Nabi Muhammad SAW., yakni setelah wahyu Kitab Al-Qur’an itu pertama kalinya di
tempatkan di Lauh Mahfudh, lalu keduanya diturunkan ke Baitul Izzah di langit
dunia, kemudian pada tahap ketiga Al-Qur’an disampaikan langsung kepada Nabi
Muhammad saw dengan melalui perantaraan Malaikat Jibril a.s. Firman Allah Swt:
وَإِنَّهُ لَتَنْزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ
الْمُنْذِرِينَ “Dan sesungguhnya Al Quran ini benar-benar diturunkan oleh
Tuhan semesta alam,Ia (Al-Qur’an) itu dibawa turun oleh Ar-Ruh al-Amin (yakni
Malaikat Jibril) ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di
antara orang-orang yang memberi peringatan.” (QS. Asy-Syu`ara’: 192-194). Dan Firman
Allah Swt : وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ
جُمْلَةً وَاحِدَةً ۚ
كَذَٰلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ
فُؤَادَكَ ۖ
وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا “Berkatalah orang-orang kafir, kenapa Al-Qur’an
itu tidak diturunkan kepadanya sekali gus sahaja? Demikianlah supaya Kami
perbuat hatimu dengannya dan Kami (menurunkan) dan membacakannya kelompok demi
kelompok .” (QS. Al-Furqan : 32) Dari Lauh al-Mahfuz ke Baitul al-Izzah (
langit dunia ) secara keseluruhan dan turun sekaligus, yang terjadi pada malam
Qadar (Lailatu al-Qadar). Dari Baitu al-‘Izzah ke dalam hati Rasulullah saw.
Secara bertahap selama 23 tahun kenabian Muhammad saw. Adapun yang pertama kali
diturunkan terjadi di bulan Ramadhan.
B.BENTUKBENTUK AL-QUR’AN
Setiap ayatnya yang turun ditulis di
pelepah kurma, lempengan-lempengan batu, tulang dan media tradisonal lain.
Sepeninggal Nabi, banyak sahabat yang gugur sehingga Umar bin Khattab meminta
kepada Abu Bakar selaku khalifah saat itu agar al qur’an itu dikumpulkan.
Namun, meskipun ditulis dalam
berbagai benda, namun kesucian dan kemurnian Al-Qur’an tetap terjaga hingga
kini. Lantas mengapa kala itu mushaf Al-Qur’an tidak ditulis di atas kerta
seperti saat ini?
C.CIRI-CIRI AL-QUR’AN
1.
Jumlah seluruh halaman penulisan ayat adalah 484
halaman, dimulai nomor halaman 2 sampai 485. Halaman 1 adalah halaman Qur’an.
2.
Setiap juz terdiri dari 16 halaman, kecualiJuz 1
danJuz 30 terdiri 15 halamandan 21 halaman
3.
Setiaphalamanterdiridari 18 bariskecualihalaman
2,3 dan 485.Halaman 2 dan 3 terdiridarimasing-masing 6 baris, sedangkanhalaman
485 terdiridari 15 barisditambahruangkosongsetaradengan 3 baris.
4.
Halaman 2 dan 3
tercetaksecarakhasberbedadenganhalaman-halamanlainnya,
memilikiornamenatauhiasan.
5.
Setiapayatditulisselesaipadasatuhalamankecualiayat
4 dari surah 111 Al-Lahab. Ayattersebutditulisberawaldarihalaman 484
danberakhirpadahalaman 485 (satuayatterpuruspindahkehalaman lain).
6.
AwalJuzditandaidenganhuruf-huruf yang
dicetaktebal.
7.
Enambuah surah padaJuz 30
ditempatkansecarakhasdalamposisisejajarbarisdanberadapadahalaman 482 dan 483.
8.
Maqadimah surah menempati 2 baris, kecuali 3
buah surah yang muqadimahnyamenempati 1 baris. Ketiga surah tersebutadalah :
·
QS. At-Taubah ( 9 )
·
QS. Al- Hiir ( 15 )
·
QS. An- Naml ( 27 )
9.
Tanda ruku’ berupahurunain yang
terdapatpadasetiaptepihalaman Al-qur’antercantumditempattandaruku’ berakhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar